Kredit Kendaraan Roda Dua Dengan Bunga Menurun atau Menetap dan Mana lebih Baik?

Kredit Kendaraan Roda Dua Dengan Bunga Menurun atau Menetap dan Mana lebih Baik?

“Memiliki suatu hal sekarang atau nanti bukan masalah utama, kesiapan bertanggung jawab yang penting”

IndonesiaNetworks – Memiliki kendaraan roda dua bukanlah hal yang mewah untuk saat ini, karena kendaraan roda dua sudah menjadi kebutuhan pokok yang harus dimiliki karena dapat menunjang pertumbuhan ekonomi di rumah tangga.

Dengan program sejahterah dan pengembangan ekonomi terdapat sistem kepemilikan kendaraan bermotor dengan sistem cicilan dengan jangka waktu 1-4 tahun dengan metode bunga menurun dan bunga menetap. Apapun itu dengan adanya sistem cicilan kepemilikan kendaraan bermotor membantu setiap keluarga kecil memiliki kendaran bermotor dan bisa digunakan untuk menjemput rejeki.



Kembali pada topik judul yang mana akan di bahas cicilan bunga menurun atau menetap ini memiliki kelebihan dan kekurangan dari masing-masingnya serta akan memiliki persepsi tersendiri bagi setiap orang dalam memahaminya, karena ada yang mengatakan rugi bunga menurun atau ada juga mengatakan rugi bunga menetap.

Pandangan tetap bunga menurun dan menetap saya sebagai penulis ingin berbagi pandangan saya dan pengalaman saya dalam memiliki kendaraan bermotor dengan bunga menetap dan menurun namun sayangnya pada mobil tidak ada bunga menurun mungkin karena bunga menurun untuk mobil terlalu tinggi dalam cicilan setiap bulan, kok bisa?? mari kita bahas…

Kembali lagi saya menyampaikan dengan pengalaman saya dan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami oleh siapapun pembaca yang ada di luar sana apa itu bunga menurun dan bunga menetap.



Beberapa waktu lalu saya membeli kendaraan roda dua dengan bunga menurun dan menetap, karena kebutuhkan akan kepilikian kendaraan roda dua. Pertama saya membeli dengan harga motor 20 juga dengan DP 4 Juta rupiah dengan bunga menurun dengan kontrak kredit 2 tahun.

Harga : 20 juta

Dp = 4 Juta

Cicilan 24 kali : 1.1 Juta/Bulan

Sedangkan dengan bunga menetap sama saja tidak terlalu beda hanya beda 20-40 ribu/bulan selisih cicilan tersebut.

kredit-kendaraan-roda-dua-dengan-bunga-menurun-atau-menetap-dan-mana-lebih-baik-motor

Berikut ulasan tentang Bunga Menurun pengalaman saya

Saya memutuskan cicilan bungan menurun, kenapa?

1. Bunga relatif menurun mengikuti Sisa Hutang Pokok Tersebut, karena setiap kita melakukan pembayaran setiap tanggal jatuh tempo maka pokok hutang berkurang dan bulan depan bunga juga ikut berkurang. Jika harga Motor 20 juta Dp : 4 juta + Asuransi + Administrasi sisa pokok hutang menjadi 17 Juta.

Ketika melakukan pembayaran bulan berikutnya 1.1 Juta, anggap saja rincian nya 700ribu(pokok) + 400ribu(bunga) maka sisa pokok hutang menjadi 17juta-700ribu = 16.300.000,- maka bunga bulan depan mengikuti sisa pokok hutang demikian bunga bulan depan menurun.



2. Bisa bayar bunga saja jika tidak mampu membayar angsuran pokok, asalkan yang perlu di pahami pokok hutang harus lunas dalam jangkah waktu 24 kali cicilan atau 2 tahun. Jadi kita bisa membayar bunga saja bulan tersebut dengan bertanya langsung kepada teller berapa bunganya karena bulan ini saya ingin membayar bunga saja.

3. Bisa bayar lebih besar dari rekomendasi cicilan bulanan seperti 24 kali cicilan rekomendasi 1.1 juta kita ingin bayar bulan tersebut 3 juta rupiah. Maka 3 juta dikurangi bunga bulan tersebut misal 380 ribu selanjutnya 16.300.000 – 2,620,000 dengan demikian sisa pokok hutang menjadi 13,680,000 bulan depan bunga akan menurun karena pokok hutang sudah turun.

4. Bisa melakukan pelunasan kurang dari jangka waktu kontrak cicilan, yang seperti poin nomor 3 tadi jika itu kita lakukan setiap bulan bisa kurang 1 tahun motor anda sudah lunas tidak perlu harus menunggu hingga 2 tahun.

Demikian pengalaman saya membeli kendaraan roda dua dengan sistem cicilan bunga menurun dan terbukti lancar hingga lunas dan bunga cicilan tidaklah terlalu besar dibanding dengan bunga menetap selama 2 tahun. Apabila bunga menetap kita ditetap bayar 1.1 juta selama 2 tahun tidak bisa kita membayar seperti bunga menurun dan cendrung akhir bunga cicilan sangat besar.

Kelemahan sistem pembayaran bunga menurun ini adalah tidak bisa membayar cicilan melalui mobile banking, atm atau layanan pembayaran lainnya. Kita di haruskan membayar di teller dengan membawa uang cash dan langsung berkomunikasi pihak teller lembaga keuangan tersebut dimanapun berada tidak harus di daerah kita melakukan pembelian.



Jika bunga menetap kita hanya bisa membayar sesuai persetujuan cicilan diawal kontrak hingga akhir namun apabila ingin melakukan pelunasan harus dengan metode BOM yang mana sudah memiliki dana cash mampu melunasi sisa pokok hutang + bunga bulan tersebut + denda pelunasan.

 

Bagikan Link :

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Hargai Konten. Di Larang Copy Paste. Hubungi Kami Kerja Sama