Mengapa kecepatan kapal diukur dengan Knot? Bukan Km

Indonesia Networks – Apakah pernah bertanya kepana kapal laut kecepatannya dalam satuan knot kenapa tidak km/jam atau meter/jam seperti halnya pesawat atau kendaraan seperti mobil atau roda dua, mari kita bahas sejarahnya kenapa di gunakan knot.

Pada jaman dahulu pelaut mengukur kecepatan kapalnya yang bergerak maju dengan melemparkan kayu apung didepan haluan kapal lalu menghitung waktu hingga kayu apung tersebut melewati buritan kapal baru di ambil perhitungan berapa kecepatan kapal tersebut. Metode ini di kenal dengan istilah “Dutchman’s log method”.

Namun pada abad ke-16 metode pengukuran berubah dengan mengunakan simpul log dan memiliki konstanta waktu ukur selama 28 detik yang waktu itu di gunakan jam pasir karena jam saat itu belum ada sebagai mengukur waktu. Jadi Simpul Log tersebut di lempar saat kondisi kapal berlayar pada buritan kapal, chip yang berbentuk irisan kue dan di lapisin timah di bagian bawahnya dan akan menarik tali dari simpul lalu uluran tali tersebut di hentikan jika jam pasir sudah habis. Dalam gulungan simpul memiliki panjang interval (14,4018 meter atau 47 kaki, 3 inci) dalam acuan 1 knot.



Selanjutnya di ukur berapa Knot dari tali yang tertarik oleh hambatan yang di timbulkan chip dengan air laut dan kecepatan kapal sehingga semakin cepat kapal berlayar maka semakin cepat panjang tali di tarik chip dalam 28 detik tersebut.  Jika dalam tarikan tali terjadi 4 interval berarti 4 knot sama dengan 4 mil laut perjam kecepatan kapal tersebut.

Begitulah asal kenapa kapal menggunakan knot dari dahulu hingga sekarang, semoga informasi ini membantu.

 

Selalu promosikan secara online segala hal yang perlu di promosikan DI SINI atau DI INDONESIA IKLAN

Bagikan Link :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hargai Konten. Di Larang Copy Paste. Hubungi Kami Kerja Sama