Pemakaman Laut Hal – Hal Yang Mungkin Kamu Tidak Ketahui

Pemakaman Laut – Pemakaman laut merupakan hal paling khusyuk dari semua upacara yang di lakukan oleh angkatan laut atau pun pelaut lainya, karena mereka melakukan perjalanan yang lama di atas laut menggunakan sebuah kapal dan menghabiskan waktu panjang dengan crew di kapal tersebut. Sehingga didalam sebuah kapal tidak hanya crew melainkan sudah menjadi saudara dalam pelayaran dan tertanam didalam hati kedekatan tersebut, jika terjadi suatu insiden hingga menyebabkan hilangnya nyawa membuat kehilangan yang begitu besar dan terpukul bagi crew kapal lainnya.

Sejarah Pemakaman Laut

Pemakaman laut merupakan hal yang sudah di lakukan dari abab ke 15 oleh pelaut eropa kala itu, dimana setiap melakukan pelayaran yang panjang sangat tidak praktis jika ada crew kapal yang tutup usia harus membawa kembali ke darat untuk melakukan ritual pemakaman. Sebelumnya masih di lakukan ritual pemakanan didarat oleh pelaut jika ada crew yang tutup usia dan sudah berlangsung lama dikarenakan masa itu pelayaran masih pendek dan hanya memakan waktu 1-2 hari saja.

Berjalannya waktu dalam perdagangan maritim, pelayaran semakin jauh dan memakan waktu berminggu-minggu sangat tidak praktis dan dapat mengganggu kesehatan crew kapal lainnya, saat itu di mulailah di lakukan pemakaman laut masa itu. Setiap mereka yang tutup usia di atas kapal dan waktu tempuh menuju darat masih jauh maka di lakukan pemakaman laut yang di kenal dalam bahasa inggris “burial at sea” yang telah di lakukan oleh pelaut militer ketika perang berkecampuk di laut.



Pemakaman laut bukanlah hal salah karena itu demi kebaikan crew kapal dan keadaan di kapal, jika kapal tersebut tersedia kamar mayat dengan fasilitas yang dapat menyimpan mayat hingga berbulan-bulan mungkin pemakaman di darat dapat di lakukan, namun jika tidak ada fasilitas sedangkan kecepatan tempuh kapal hingga sampai ke tujuan darat masih membutuhkan waktu lebih 3 hari. Bisa di pastikan kondisi mayat sudah membusuk dan membahayakan kesehatan crew kapal lainya sehingga dilakukanlah pemakaman laut tersebut.

Pemakaman Laut Sangat Ritual

Pemakaman di darat atau di laut adalah unsur yang sangat ritual tidak jauh berbeda dengan yang di lakukan di darat, karena memiliki makna simbolisme dan makna metafisik yang khusus. Namun pemakaman di laut juga memiliki simbolisme dan maknanya sendiri yang unik dalam kontenks tersendiri. Namun disisi pandangan pelaut yang percaya dengan takhayul, kondisi pemakaman laut ini sangat sakral yang tidak boleh di remehkan. Karena ritual ini dapat melindungi kapal dari rekannya yang sudah meninggal dari ancaman bahaya di laut.

Dalam hal kematian di kapan juga selalu tercatat dalam log kapal pada posisi kapal yang tepat, sehingga laporan yang di sampaikan kepada keluarga dapat memberikan ketenangan dimana pemakaman di lakukan begitu khusyuk dan dalam bukan dengan sembarangan sehingga keluarga yang di tinggalkan dapat memiliki dokumen pemakaman berdasarkan titik posisi pemakanan laut.

Prosedur Pemakaman Laut

Kapal biasanya akan berhenti untuk upacara pemakaman. Seperti di darat, jenazah diangkut dengan kaki terlebih dahulu ke lokasi servis di lee gangway. Semua anggota kompi kapal menghadiri kebaktian/ritual dengan menempati ruang apa pun yang mereka bisa dengan mantan teman sekamar pelaut mengambil tempat yang biasanya disediakan untuk keluarga almarhum, mengapit tubuh. Jenazah ditempatkan pada kisi-kisi dan kapelan kapal atau, jika pendeta tidak ada, kapten melakukan pelayanan dari geladak perempat.

Jenazah akan di selimutin dengan kain kafan atau peti mati jika ada, dan di letakan pemberat agar proses tenggelam dapat dengan cepat turun kedalaman lautan hingga langsung ke dasar laut. Biasanya kain tempat tidur jenazah di gunakan juga sebagai lapisan jenazah sebagai simbol agar tidurnya nyaman dalam berlayar, walaupun tidak ada aturan yang pasti untuk itu sesuai kondisional pada kapal.



Tidak ada pemakaman laut yang di lakukan dengan asal dan tanpa rasa kehilangan mendalam, bisa di katakan kehilangan rekan kerja yang sehari-hari yang kita lihat buruknya senangnya dan dukanya akan sangat kehilangan ketika kebiasaanya yang dia lakukan sudah tidak ada lagi ketimbang kita yang didarat ketemu sekali-kali dalam 24 jam.

Bagikan Link :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hargai Konten. Di Larang Copy Paste. Hubungi Kami Kerja Sama